Tanggerang | TIME LINE NEWS IDN,-Pelaksanaan pembangunan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri Cijeruk 1, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang senilai sekitar Rp500 juta, menjadi sorotan.
Pekerjaan tersebut dipercayakan kepada CV Lima Gagah Nusantara, perusahaan yang diketahui beralamat di Jalan Raya Teluknaga-Jembatan Sukakarya, RW 02, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan pantauan ifakta.co bersama Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI), ditemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang maupun pihak terkait.
Salah satunya menyangkut papan informasi publik proyek yang hingga Selasa (22/9/2026) belum terlihat terpasang di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan informasi menjadi salah satu sarana transparansi agar masyarakat dapat mengetahui informasi dasar kegiatan, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, waktu pelaksanaan, serta jenis pekerjaan.
Selain itu, di lapangan juga menjadi sorotan terkait perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), jaminan sosial bagi pekerja, serta sistem pengawasan pekerjaan.
Dari hasil pemantauan, terdapat pula pekerjaan konstruksi yang dinilai perlu diperiksa kembali secara teknis. Penahan tembok, misalnya, diduga tidak diawali dengan penggalian sebagaimana mestinya. Penggunaan batu kali pada bagian tertentu juga menjadi perhatian karena diduga tidak menggunakan adukan semen sesuai kebutuhan konstruksi.
Temuan tersebut tentu memerlukan pemeriksaan teknis dari pengawas maupun konsultan proyek untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepala Sekolah Dasar Negeri Cijeruk 1, Tuty, mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan sejumlah masukan kepada pelaksana pekerjaan, termasuk mengenai pentingnya pemasangan papan informasi proyek.
“Kami sudah memberikan berbagai usulan kepada pihak kontraktor. Sebelum pelaksanaan harus dipasang papan informasi publik agar kami bisa mengetahui berapa jumlah anggarannya. Kami tidak tahu RAB-nya,” ujar Tuty saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).
Menurut Tuty, pihak sekolah juga berharap apabila masih terdapat anggaran yang dapat diarahkan sesuai ketentuan, kebutuhan lain di lingkungan sekolah seperti pemagaran dan pemasangan paving block dapat menjadi perhatian.
“Kami hanya berharap kalau anggarannya masih ada, bisa dialihkan untuk pemagaran dan pemasangan paving,” katanya.
Tuty menegaskan, pihak sekolah bersama dewan guru berharap setiap pembangunan sarana pendidikan mengedepankan mutu dan kualitas agar benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Harapan dewan guru dan kami semua agar setiap pembangunan mengedepankan mutu dan kualitas bangunan,” tegasnya.
Sementara itu, seorang pelaksana di lapangan yang diketahui bernama Acong saat dikonfirmasi terkait ukuran panjang dan lebar bangunan mengaku tidak mengetahui secara detail.
Ketika ditanya mengenai nilai anggaran dan peruntukan pekerjaan, Acong juga belum memberikan penjelasan rinci. Adapun mengenai papan informasi publik yang belum terpasang, ia hanya menyampaikan bahwa papan tersebut akan ada.
” Ada, Bang,” ujarnya singkat.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan mengingat nilai pekerjaan yang bersumber dari APBD cukup besar. Transparansi mengenai nilai kontrak, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta pelaksanaan kegiatan menjadi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran publik.
Terlebih, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah ruang kelas SDN Cijeruk 1 yang sudah sekitar dua tahun tidak difungsikan dan membutuhkan perhatian untuk perbaikan.
Dengan kondisi tersebut, muncul pertanyaan apakah alokasi anggaran pembangunan telah disusun berdasarkan skala prioritas kebutuhan sekolah dan kondisi sarana pendidikan yang ada.
Jika terdapat bangunan yang masih dapat direhabilitasi atau dimanfaatkan kembali, maka perencanaan pembangunan semestinya mempertimbangkan kebutuhan riil sekolah dengan tetap mengacu pada hasil kajian teknis, RAB, serta ketentuan pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pemerintah.
Atas temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan ruang kelas SDN Cijeruk 1, termasuk memeriksa kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan kontrak, gambar kerja, RAB dan spesifikasi teknis.
Evaluasi juga penting untuk memastikan setiap rupiah anggaran APBD benar-benar digunakan secara transparan, tepat sasaran dan menghasilkan bangunan yang aman serta berkualitas bagi kegiatan belajar mengajar.
Hingga berita ini ditulis, pihak CV Lima Gagah Nusantara belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai nilai kontrak, RAB, spesifikasi pekerjaan, pelaksanaan K3, jaminan sosial pekerja, serta alasan papan informasi publik belum terpasang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak CV Lima Gagah Nusantara maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk memberikan penjelasan sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(Alex/Lex)







