Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana Hadir Secara Daring Pada FGD Debottlenecking Isu dan Tantangan KI/KEK Provinsi Kepulauan Riau.(foto/ist)
Batam | TIME LINE NEWS IDN.com,– Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, turut hadir secara daring pada “Focus Group Discussion (FGD) Debottlenecking Isu dan Tantangan Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus (KI/KEK) Provinsi Kepulauan Riau” diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada Rabu (4/2/2026) di Batam.
Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas kementerian dan lembaga untuk mengurai berbagai hambatan pengembangan KI/KEK, seiring dengan meningkatnya minat investasi dan peran strategis Kepulauan Riau, khususnya di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Direktorat Jenderal Tata Ruang sangat mendukung kegiatan investasi di Pulau Batam dan berbagai wilayah di Indonesia dengan upaya percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
“Kita akan mendorong percepatan RDTR yang ada di Batam sehingga bisa dilaksanakan dengan proses Konfirmasi KKPR,” ujar Dirjen Suyus.
Dipaparkan pulai capaian KKPR di Pulau Batam, yaitu 871 PKKPR berusaha, dan 3 PKKPR non berusaha di KPBPB Batam dan 13 KKPR untuk Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis. Terdapat perbedaan ketentuan penerbitan KKPR antara lokasi yang ada di dalam KPBP Batam dan di luar KPBP Batam. Pada lokasi di dalam KPBPB Batam, akan diterbitkan KKPR pemanfaatan ruang sesuai dengan jangka waktu hak atas tanah. Sedangkan, di luar KPBP Batam berlaku seperti wilayah Indonesia yang lain.
FGD dibuka oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard. Febrian mengatakan pentingnya seluruh stakeholders untuk menjaga momentum kepercayaan berbagai pihak yang telah menjadikan Kepulauan Riau sebagai lokasi investasi.
“Jika persiapan atau infrastruktur di Kepulauan Riau masih lambat, potensi investasi bisa berpindah ke tempat lain. Maka dari itu, penting untuk mematangkan persiapan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus di KPBPB Batam,” ujar Wamen Febrian.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai Kementerian/Lembaga terkait berbagai isu yang dimoderatori oleh Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Vivi Yulaswati. (Rel/SB)


















