Bentrokan di Percut Sei Tuan: Diduga Puluhan Preman dan Aparat Satpol PP Di Serang Warga, Dua Mobil Terbakar

Wilayah Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memanas. Bentrokan terjadi antara puluhan preman bayaran dan warga setempat di Jalan H Anif, mengakibatkan beberapa orang luka-luka dan dua unit mobil terbakar. Kamis (11/7/2024) 

banner 120x600

Percut Sei Tuan | Timeline.com,– Wilayah Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memanas. Bentrokan terjadi antara puluhan preman bayaran dan warga setempat di Jalan H Anif, mengakibatkan beberapa orang luka-luka dan dua unit mobil terbakar. Kamis (11/7/2024)

Insiden ini berawal ketika warga berusaha menghentikan alat berat yang akan merobohkan bangunan tidak berizin di Jalan H Anif. Ketegangan meningkat saat sekelompok preman yang diduga bayaran dan aparat Satpol PP menyerang warga dengan balok dan batu. Akibat serangan ini, empat warga mengalami luka bocor dan satu mobil Avanza serta satu mobil pemadam kebakaran dibakar massa.

Seorang saksi mata, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan kekagetannya saat kelompok pria bertubuh tegap tiba-tiba menyerang rumah warga. “Kami kira mereka semua warga, tapi tiba-tiba mereka menyerang dengan balok dan melempari rumah saya dengan batu,” ucapnya.

Bentrokan semakin memanas ketika segerombolan preman datang dari arah utara Jalan H Anif dan langsung menyerang rumah warga dengan beringas. Beberapa warga yang berusaha merekam kejadian tersebut mendapat ancaman dari para pelaku.

Dalam upaya meredakan situasi, aparat kepolisian setempat berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai provokator bentrokan. Ketiga orang tersebut berinisial RN (46), A (48), dan HL (42). Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Kompol Pardamean Hutahaean, menyatakan bahwa ketiganya saat ini masih berstatus sebagai terperiksa dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, ada tiga orang yang kami amankan dari lokasi kejadian. Mereka diduga menjadi provokator terjadinya bentrok tadi,” kata Kompol Pardamean kepada media. Ia juga menambahkan bahwa dua personel polisi terluka akibat lemparan batu, namun kondisi mereka kini sudah membaik.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik bentrokan ini dan memastikan keamanan warga di Desa Sampali. Sementara itu, situasi di lokasi kejadian berangsur-angsur kondusif setelah aparat kepolisian berhasil mengendalikan keadaan.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *