Aliansi Batam Menggugat Kritisi Kenaikan Tarif Listrik di Batam. 

Dedek Wahyudi, anggota Aliansi Batam Menggugat (ABM), mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan tarif listrik yang diterapkan oleh PT. PLN Batam sejak 1 Juli 2024.

banner 120x600

Batam | Timelinenewsidn.com,-Dedek Wahyudi, anggota Aliansi Batam Menggugat (ABM), mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan tarif listrik yang diterapkan oleh PT. PLN Batam sejak 1 Juli 2024. Dalam wawancaranya pada Jumat (26/07/24) malam, Dedek menyatakan bahwa penyesuaian tarif ini memberatkan masyarakat Batam yang sudah menghadapi biaya hidup tinggi. Minggu (28/7/2024)

“Penyesuaian tarif listrik ini menambah beban bagi masyarakat Batam. Selain listrik, kenaikan ini juga bisa memicu peningkatan biaya pada sektor lain,” ujar Dedek Wahyudi saat ditemui di sebuah kedai kopi di Kecamatan Batu Aji.

Dedek menekankan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah cukup berat, terutama dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah yang membutuhkan biaya tambahan. “Banyak masyarakat yang harus mengeluarkan uang lebih untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Kenaikan tarif listrik hanya akan memperburuk situasi ini,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar PT. PLN Batam bisa mempertimbangkan untuk menunda kenaikan tarif ini. Menurut Dedek, keputusan tersebut tidak didahului dengan sosialisasi yang memadai kepada masyarakat. Dedek bahkan mengutip UU No. 30 Tahun 2014 Pasal 46 Ayat 1, yang menurutnya bisa menjadi dasar untuk menilai kebijakan ini tidak sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, Dedek menyatakan dukungannya terhadap rencana ABM untuk menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan tarif listrik tersebut. “Sebagai warga Batam dan anggota ABM, saya mendukung penuh aksi protes ini. Kami siap mengorganisir massa untuk menyuarakan penolakan kami terhadap kebijakan ini,” tegas Dedek.

Rencana unjuk rasa ini mencerminkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat Batam yang merasakan dampak langsung dari kenaikan biaya hidup. Mereka berharap pemerintah dan PLN Batam dapat mendengar keluhan ini dan mencari solusi yang tidak membebani masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *