MEDAN | Timelinenewsidn.com,-Insiden terjadi di lokasi proyek pembangunan sarana dan prasarana Stadion Teladan Medan ketika beberapa wartawan berusaha mendapatkan informasi mengenai perkembangan proyek. Proyek ini, yang dikelola oleh PT Lingkar Persada dan dibiayai oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Pemko Medan, bernilai Rp. 132 miliar dan dijadwalkan selesai pada 27 Oktober 2024.
Pada Selasa (30/7/2024), wartawan yang tiba di lokasi untuk mengonfirmasi kemajuan proyek tersebut, disambut dengan ketegangan oleh petugas keamanan. Salah satu wartawan, Saprin Purba, melaporkan bahwa petugas keamanan bersikap tidak kooperatif dan menggunakan nada kasar saat menolak memberikan informasi. Kejadian ini memuncak ketika seorang petugas keamanan mengajak wartawan untuk berkelahi, namun situasi berhasil diredakan oleh seorang pengawas proyek bernama Hery.
Menyikapi insiden ini, Ketua DPW IMO-Indonesia Sumatera Utara, Nuar Erde, menyatakan kekecewaannya atas tindakan yang dianggap tidak profesional oleh petugas keamanan. “Wartawan datang dengan niat baik untuk mengonfirmasi kondisi proyek, namun sayangnya mendapat perlakuan tidak layak. Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak proyek terhadap petugas keamanan yang terlibat,” ujarnya.
Riko, salah satu pengawas keamanan proyek, saat dihubungi melalui telepon menyarankan agar pertanyaan seputar proyek langsung dikonfirmasi ke Dinas PUPR Kota Medan. “Saya hanya bertanggung jawab atas keamanan, jadi untuk informasi teknis lebih baik tanyakan ke Dinas PUPR,” jelasnya.
Proyek pembangunan Stadion Teladan Medan, yang dimulai pada 1 Februari 2024, dijadwalkan selesai dalam 270 hari kalender. Namun, laporan di lapangan menunjukkan bahwa progres pembangunan belum sesuai harapan masyarakat, meski waktu yang tersisa terus berkurang. Wartawan yang hadir berharap bisa mendapatkan penjelasan resmi terkait keterlambatan ini untuk menjawab kekhawatiran publik.
Insiden ini menjadi catatan penting mengenai pentingnya keterbukaan informasi dan profesionalisme dalam setiap proyek publik. Diharapkan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang diperlukan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Pjs)