DAERAH  

Investigasi Wartawan, Dugaan Praktik Pemotongan Uang Ritase Tidak Transparan di PT Elnusa Petrofin Medan Para Supir Merasa Dirugikan. 

Kasus dugaan pemotongan uang ritase secara sepihak dan tidak transparan di PT Elnusa Petrofin Fuel Terminal BBM Medan Group memicu kemarahan para supir tangki.

banner 120x600

Medan | Timelinenewsidn.com,–Kasus dugaan pemotongan uang ritase secara sepihak dan tidak transparan di PT Elnusa Petrofin Fuel Terminal BBM Medan Group memicu kemarahan para supir tangki. Investigasi yang dilakukan oleh tim AFJNews mengungkap adanya kekhawatiran bahwa praktik ini telah berlangsung lama, namun baru kali ini diangkat ke publik. Para supir merasa dirugikan akibat pemotongan uang ritase yang dilakukan tanpa pemberian bukti rinci dan informasi yang memadai.

Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber supir tangki yang enggan disebutkan namanya, setiap bulan mereka menerima pembayaran uang ritase—kompensasi berdasarkan jarak tempuh per trip—melalui transfer bank. Namun, masalahnya muncul ketika pembayaran dilakukan tanpa bukti slip ritase yang rinci. Sumber menyebut bahwa pihak manajemen PT Elnusa Petrofin di Medan selalu marah jika dimintai penjelasan terkait pemotongan ini.

“Kami hanya menerima uang yang sudah dipotong, tanpa penjelasan jelas berapa yang dipotong atau alasan pemotongannya. Setiap kami minta slip ritase sebagai bukti, kami malah dimarahi,” ungkap salah seorang supir tangki yang menjadi sumber investigasi kami.

Keluhan ini sudah beberapa kali dilaporkan kepada pimpinan pusat PT Elnusa Petrofin, namun belum ada tindakan konkret untuk menangani masalah tersebut. Kondisi ini membuat para supir merasa semakin frustasi dan kecewa, terutama karena praktik pemotongan ini dinilai tidak adil dan merugikan mereka.

Bantahan dari Pihak Manajemen, Saat tim wartawan mencoba mengonfirmasi langsung ke kantor pusat PT Elnusa Petrofin di Medan, R. Singgih Laksana, salah satu pejabat perusahaan, membantah tuduhan tersebut. “Itu tidak benar, tidak ada pemotongan sepihak,” ujarnya singkat saat dimintai klarifikasi. Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan berbagai kesaksian para supir tangki yang mengaku terus-menerus menghadapi pemotongan tanpa kejelasan.

Kesaksian Mantan Karyawan PT Elnusa Petrofin, Bukan hanya supir tangki saat ini yang menyampaikan keluhannya, tetapi juga seorang mantan karyawan PT Elnusa Petrofin yang pernah bertugas di wilayah timur. Dalam wawancara eksklusif, mantan karyawan yang juga seorang purna polri ini mengungkapkan bahwa kasus serupa pernah terjadi di wilayah kerjanya. Ia mengatakan bahwa pemotongan uang ritase per supir berbeda-beda, tergantung pada lokasi dan wilayah operasional mereka.

“Saat itu, para supir meminta bantuan agar kasus pemotongan ini dilaporkan ke pusat, karena mereka merasa dirugikan. Kinerja mereka juga menurun akibat ketidakadilan tersebut,” ujar mantan karyawan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa pemotongan ini dilakukan tanpa dasar yang jelas dan sering kali tidak diinformasikan kepada para supir.

Desakan Audit Internal, Seiring dengan semakin banyaknya keluhan dari para supir, kini muncul desakan agar pimpinan pusat PT Elnusa Petrofin segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta audit internal dilakukan terhadap manajemen di Medan guna mengungkap apakah ada praktik-praktik korupsi dan kolusi yang melibatkan pemotongan uang ritase ini. Para supir berharap bahwa audit tersebut dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi mereka.

Seorang pakar hukum ketenagakerjaan yang dimintai pendapat terkait kasus ini mengatakan, “Jika terbukti ada pemotongan upah tanpa dasar yang jelas, maka tindakan tersebut melanggar hukum ketenagakerjaan dan bisa berujung pada sanksi pidana maupun perdata bagi pihak yang terlibat.”

Kasus dugaan pemotongan uang ritase di PT Elnusa Petrofin Medan telah membuka luka yang lebih dalam mengenai sistem manajemen perusahaan yang dinilai tidak transparan. Para supir tangki kini hanya bisa berharap agar audit internal yang mereka desak segera dilakukan, sehingga mereka tidak lagi dirugikan oleh kebijakan sepihak yang tidak berpihak kepada mereka. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Elnusa Petrofin masih belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *