Foto : Jungle Winderland di Mall Ciputra Cikupa, Aktivis Soroti Minimnya Kebijakan Penyelenggara.(Ist)
TANGERANG | TIME LINE NEWS IDN.com, – Penyelenggaraan wahana Jungle Winderland with De Hakim Bird Aviary & Animal Exhibition di Mall Ciputra Cikupa menuai sorotan tajam. Seorang jurnalis yang hendak melaksanakan tugas peliputan justru dilarang masuk area pameran, kecuali bersedia membeli tiket masuk sebesar Rp70.000 per orang.
Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh petugas penjaga tiket yang dengan tegas menyatakan, “Maaf, siapapun yang masuk, baik anak-anak, orang tua pendamping, termasuk wartawan, tetap diwajibkan membeli tiket terlebih dahulu.” Pernyataan itu memicu polemik karena dinilai tidak mencerminkan kebijakan yang berpihak pada keterbukaan informasi.Kamis 25 Desember 2025
Sikap petugas tersebut dinilai tidak bijak dan minim kebijakan, sehingga memancing reaksi keras dari aktivis Kabupaten Tangerang. Mereka menilai, kebijakan yang menyamakan jurnalis dengan pengunjung umum menunjukkan ketidakpahaman terhadap fungsi pers sebagai kontrol sosial sekaligus jembatan informasi bagi masyarakat.
“Jika seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik saja tidak diberi kebijakan dan tetap dikenakan tiket, mau jadi apa dunia jurnalistik? Di mana fungsi pers sebagai kontrol sosial dan penyambung lidah masyarakat?” tegas salah satu aktivis.
Kritik tersebut semakin menguat karena kegiatan ini berlangsung di lantai dasar Mall Ciputra Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang merupakan ruang publik. Terlebih, wahana tersebut diketahui dimiliki oleh artis ternama Lukman Hakim, sehingga publik mempertanyakan komitmen penyelenggara terhadap keterbukaan dan kemitraan dengan insan pers.
“Masa iya tidak ada kebijakan sama sekali terhadap jurnalis yang hendak meliput kegiatan di ruang publik? Ini sangat disayangkan dan mencederai semangat keterbukaan,” lanjutnya.
Atas kejadian itu, Cobra Cs secara tegas meminta Lukman Hakim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap petugas dan sistem yang diterapkan di lapangan. Mereka menilai petugas yang ditugaskan tidak memahami tugas dan fungsi jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Yang ditugaskan di lapangan apakah tidak paham tugas wartawan? Ini harus dievaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Cobra Cs.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Jungle Winderland maupun manajemen Mall Ciputra Cikupa belum memberikan klarifikasi resmi terkait pelarangan jurnalis dan kebijakan pembelian tiket tersebut. (Lx)


















