banner 728x250
DAERAH  

Kontroversi Unggahan TikTok Ketua Komite SMA 1 Sei Balai Batu Bara Soal Banjir di Parapat

Tiktok

banner 120x600
banner 468x60

Batubara, (Sumut) | Timelinenewsidn.com,– Sebuah unggahan TikTok yang dibuat oleh Ketua Komite SMA 1 Sei Balai Batu Bara, Jekson Siahaan, SH, dengan akun tiktok Jekson Sihahan, yang di tonton lebih dari 4.5 ribu, telah memicu kontroversi di kalangan masyarakat dan netizen. Dalam unggahan tersebut, ia mengaitkan banjir yang melanda kawasan wisata Parapat, Danau Toba, dengan keberadaan tempat-tempat hiburan malam dan praktik ‘silom’ di daerah tersebut.

Pernyataan ini langsung menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Banyak netizen yang menilai bahwa pendapat tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan terlalu menyederhanakan masalah. Sejumlah warga dan pengamat lingkungan berpendapat bahwa faktor utama penyebab banjir di Parapat lebih dipengaruhi oleh kondisi alam, seperti curah hujan tinggi, sistem drainase yang kurang memadai, serta kemungkinan dampak deforestasi di daerah sekitar.

banner 325x300

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga Parapat juga merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut. Mereka menilai bahwa komentar semacam itu dapat menciptakan stigma negatif terhadap daerah mereka, padahal Parapat merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang sedang dikembangkan dalam program Destinasi Super Prioritas oleh pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, Jekson Siahaan belum memberikan klarifikasi terkait unggahan kontroversialnya. Masyarakat berharap agar pihak terkait bisa memberikan penjelasan lebih lanjut dan tidak membuat pernyataan yang dapat menimbulkan polemik di tengah kondisi bencana.

Di sisi lain, banjir yang terjadi di Parapat seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Bencana ini perlu disikapi dengan langkah konkret, seperti perbaikan sistem drainase, penghijauan kembali hutan yang gundul, serta upaya mitigasi bencana yang lebih baik.

Saat ini, berbagai pihak telah bergerak untuk membantu warga yang terdampak banjir di Parapat. Bantuan berupa logistik, tenaga relawan, serta dukungan moral terus berdatangan. Semangat gotong royong ini menjadi bukti bahwa dalam menghadapi bencana, kebersamaan dan solidaritas adalah hal yang utama.(Team/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *