DAERAH  

Pedagang Pulsa Menjerit! Kebijakan Provider Baru Diduga Ancam Ekonomi Jutaan Outlet di Indonesia

Pedagang Pulsa Menjerit!

banner 120x600

Ilustrasi kulit penjualan pulsa. (Foto/Ist/Sosial media)

Medan | Timelinenewsidn.com,–Dunia usaha cellular di Indonesia tengah diguncang kebijakan mengejutkan dari salah satu provider besar. Mulai hari ini, paket data yang dijual di outlet hanya tersedia dalam satu pilihan: 3GB seharga Rp35 ribu. Kebijakan ini langsung menuai protes keras dari para pedagang pulsa di seluruh negeri, yang menilai langkah ini sebagai bentuk monopoli terselubung yang dapat menghancurkan mata pencaharian mereka.

Puluhan ribu outlet di Medan dan kota-kota besar lainnya mulai melakukan aksi penolakan. Beberapa pedagang mengancam akan menghentikan penjualan produk dari provider tersebut jika aturan ini terus diberlakukan. Mereka khawatir, jika kebijakan ini tidak segera direvisi, maka jutaan pedagang pulsa di Indonesia akan kehilangan penghasilan, yang berujung pada krisis besar di sektor ekonomi digital.

  • “Ini bukan sekadar bisnis, ini soal mata pencaharian jutaan orang! Bagaimana mungkin provider seenaknya mengatur dan mematikan usaha kami?” ujar salah satu pedagang pulsa di Medan yang ikut dalam aksi protes.

Selain itu, banyak pihak menilai kebijakan ini sebagai langkah sepihak yang mengabaikan peran strategis pedagang pulsa dalam mendistribusikan produk digital ke masyarakat luas. Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin sektor usaha kecil dan menengah di bidang telekomunikasi akan lumpuh, yang pada akhirnya akan berdampak buruk bagi ekonomi nasional.

Para pedagang meminta regulator seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) untuk turun tangan dan menyelidiki dugaan adanya kesepakatan terselubung di antara para petinggi provider. Mereka mendesak adanya transparansi dan keadilan dalam aturan bisnis cellular, agar tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga mempertahankan ekosistem ekonomi yang sehat.

Jika tuntutan ini tidak digubris, gelombang aksi boikot terhadap provider yang bersangkutan bisa meluas. Apakah ini akan menjadi awal dari perlawanan besar pedagang pulsa di Indonesia? Kita tunggu perkembangannya!.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *