Foto : Rentetan Insiden Tragis di Riau, SIP Nilai Kepemimpinan PHR Gagal.(Ist)
Jakarta | TIME LINE NEWS IDN.com,-Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, menyoroti meningkatnya angka kecelakaan kerja di wilayah operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), khususnya di Duri, Riau. Ia menegaskan sebagian besar insiden yang terjadi tergolong fatality dan menunjukkan lemahnya pengawasan keselamatan kerja (K3). Selasa (25/11/2025).
Insiden terbaru terjadi pada Senin (24/11), ketika sebuah menara pemboran (rig) milik kontraktor PT Arthindo Utama (AU) roboh sekitar pukul 09.45 WIB. Peristiwa tragis tersebut menyebabkan korban jiwa dari pihak pekerja AU yang tengah menjalankan operasi sebagai mitra kerja PHR.
Hanya sebulan sebelumnya, pada 24 Oktober 2025, kecelakaan fatal juga terjadi di Libo South Area PHR sekitar pukul 09.00–11.00 WIB. Seorang pekerja kontraktor meninggal dunia setelah kepalanya terkena bucket excavator. Dua kejadian fatal berturut-turut dalam kurun waktu sebulan ini disebut Edison sebagai alarm keras bahwa tata kelola K3 di PHR berada dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Desak Dirut PHR Dicopot. Atas rangkaian insiden tersebut, Edison Marbun meminta Direktur Utama Holding Migas (Danantara) untuk segera mencopot Direktur Utama PHR dan melakukan evaluasi total terhadap jajaran manajemen.
“Presiden Prabowo Subianto pasti akan murka jika mengetahui ada nyawa rakyat melayang akibat kelalaian pengawasan K3 oleh PHR,” tegas Edison.
Ia menilai perbaikan menyeluruh menjadi keharusan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Usul Pemecahan Zona Pengawasan. Edison juga mengusulkan agar struktur pengawasan PHR dipecah menjadi dua wilayah, yakni Zona 2 dan Zona 3, agar pengawasan K3 lebih efektif. Menurutnya, luasnya cakupan wilayah operasi saat ini menyulitkan pengawasan, sehingga rawan terjadi kelalaian.
“Pembagian zona diperlukan karena seringnya terjadi kecelakaan kerja yang menghilangkan nyawa pekerja mulai dari pekerja yang tewas akibat excavator, rig yang patah, hingga pekerja yang mengalami cedera serius. Pertamina harus mempersempit zona pengawasan dan menempatkan orang-orang yang kompeten di bidangnya,” jelasnya.
PHR Belum Berikan Keterangan. Hingga berita ini diturunkan, manajemen PHR masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait tanggung jawab perusahaan, investigasi internal, serta langkah perbaikan atas serangkaian insiden fatal tersebut.(Tim)


















