Tim Gabungan Brimob, Dit Samapta Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 17 Pelaku Premanisme, Pungli, dan Curas.(foto/Ist)
BELAWAN | TIME LINE NEWS IDN.com,-Tim gabungan dari Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Direktorat Samapta Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengamankan 17 orang pelaku yang terlibat dalam aksi premanisme, pungutan liar (pungli), dan pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Jumat, (23/1/2026)

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi cipta kondisi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan rawan kriminalitas seperti pelabuhan, terminal, dan jalur ekonomi masyarakat.
Dari informasi yang dihimpun, operasi gabungan ini digelar secara serentak di sejumlah titik strategis di wilayah Belawan dan sekitarnya. Aparat menyasar kelompok-kelompok yang selama ini meresahkan warga, sopir angkutan, buruh pelabuhan, serta pelaku usaha kecil.
Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang hasil pungli, senjata tajam, serta barang bukti lain yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR, melalui keterangan resminya menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme dan tindak kriminal yang mengganggu rasa aman masyarakat.
“Penindakan ini merupakan komitmen kami untuk menciptakan Belawan yang aman dan kondusif. Premanisme, pungli, dan kejahatan jalanan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Seluruh pelaku yang diamankan saat ini telah dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk tindak kriminal yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan pelabuhan yang menjadi urat nadi perekonomian.(Red)


















