Medan Marelan | Timelinenewsidn.com,-Ketua Rayon AMPI Medan Marelan, Kentong, sekaligus Pimpinan Umum media online Timelinenewsidn secara tegas menyatakan dukungannya terhadap wacana pembatasan akses media sosial bagi anak-anak dan pelajar. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, demi melindungi generasi muda dari dampak negatif arus informasi yang tidak terkendali. Kamis (23/1/2025)
“Media sosial seharusnya menjadi sarana edukasi yang produktif, bukan sumber informasi yang berisiko merusak moral dan karakter generasi muda. Anak-anak dan pelajar adalah pilar masa depan bangsa, dan tugas kita adalah menjaga mereka,” kata Kentong kepada Redaksi Timelinenewsidn.
Dalam era digital yang serba cepat, sulit untuk menghindarkan anak-anak dan pelajar dari paparan konten negatif. Berdasarkan data We Are Social, Indonesia memiliki 134 juta pengguna internet aktif, di mana sekitar 25,7% adalah anak-anak dan pelajar. Sayangnya, banyak dari mereka terpapar informasi berbahaya, mulai dari iklan perjudian hingga konten pornografi, yang semakin marak di platform media sosial.
Kentong, menilai bahwa pembatasan ini tidak hanya soal menutup akses, tetapi juga memberikan ruang bagi guru, orang tua, dan masyarakat untuk lebih aktif mengawasi serta membimbing anak-anak dalam memanfaatkan media sosial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan keluarga dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak.
“Saat ini, peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangat krusial. Sekolah dan rumah adalah benteng pertama yang memastikan anak-anak tumbuh dengan moral yang baik. Media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat jika penggunaannya diawasi dengan benar,” tegasnya.
Selain itu, ia menaruh harapan besar kepada Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengambil langkah serius dalam merumuskan kebijakan terkait. Ia juga berkomitmen untuk menginstruksikan seluruh anggota AMPI Kecamatan Marelan, agar mendukung dan mengawal implementasi wacana ini secara langsung.
“Indonesia butuh regulasi yang kuat dan sistematis untuk memastikan generasi muda mendapatkan manfaat optimal dari teknologi digital. Rayon AMPI Medan Marelan siap berada di garda terdepan untuk mendukung dan mengawal kebijakan ini,” lanjutnya.
Kentong juga menekankan pentingnya pendekatan yang strategis dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pembelajaran. Dengan pengawasan yang baik, platform digital dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran kognitif dan normatif, sehingga berkontribusi langsung pada kemajuan pendidikan Indonesia.
“Jika kita serius menangani ini, saya yakin mimpi kita untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia bukan hanya harapan, tapi akan menjadi kenyataan,” pungkasnya.
Dukungan Ketua Rayon AMPI Medan Marelan terhadap pembatasan akses media sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi titik awal transformasi digital Indonesia yang lebih sehat, aman, dan berdaya guna bagi generasi penerus bangsa.(Red/Ken)