Dari Menyusun Naskah hingga Turun ke Lapangan, Tesalonika Panggabean Manfaatkan Komunikasi untuk Edukasi Masyarakat

Oleh: Ignatia Carmelita

Tesalonika R.M. Panggabean dan tim saat mengikuti perlombaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Foto: (Dokumentasi pribadi)


Medan | TIME LINE NEWS IDN.com,-Kemampuan menyampaikan informasi tidak hanya dibutuhkan saat berbicara di depan banyak orang, tetapi juga ketika pesan harus dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang diperoleh Tesalonika R. M. Panggabean saat mengikuti QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 bersama tim Tasak Telu. Rabu, 28 Oktober 2026

Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia tersebut, Tesalonika tidak hanya terlibat dalam pembuatan konten, tetapi juga turun langsung untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengenai penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pengalaman itu mempertemukannya dengan tantangan dalam menyampaikan informasi secara tepat di tengah respons masyarakat yang beragam.

Selama kompetisi berlangsung, Tesalonika bertanggung jawab sebagai scriptwriter atau penulis naskah dalam timnya. Ia menyusun naskah yang digunakan untuk menyampaikan informasi melalui konten yang diproduksi selama rangkaian kegiatan. Tugas tersebut membuatnya perlu memastikan pesan yang disampaikan tetap sesuai dengan tujuan edukasi yang ingin dicapai.

Namun, menyampaikan informasi melalui konten digital dan menjelaskannya secara langsung kepada masyarakat merupakan dua pengalaman yang berbeda. Ketika berhadapan dengan pelaku UMKM, Tesalonika dan timnya harus menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi serta tanggapan orang yang mereka temui.

Dalam pelaksanaannya, tidak semua pelaku usaha langsung menerima kedatangan mereka dengan baik. Ada yang bersedia mendengarkan penjelasan, tetapi ada pula yang merasa ragu ketika peserta datang untuk memperkenalkan penggunaan QRIS. Situasi tersebut membuat pendekatan komunikasi menjadi bagian penting dalam menjalankan misi edukasi.

BACA JUGA  Pangdam I/BB Kunjungi Yonif TP 905/Tuan Syah, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit

Tesalonika mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menerima informasi. Karena itu, ia berusaha menggunakan pendekatan yang lebih ramah ketika menjelaskan manfaat pembayaran digital kepada pelaku UMKM.

“Cara meyakinkan UMKM untuk pakai QRIS itu adalah kita kasih informasi real di dunia digital. Kita enggak bisa larang orang untuk jangan pakai QRIS, tapi kita harus adaptasi. Kita harus tahu target pasar kita, aku lebih sering pakai gaya yang lebih ramah,” ujar Tesalonika.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penyampaian informasi tidak cukup hanya mengandalkan materi yang telah disiapkan. Pesan yang sama dapat diterima secara berbeda oleh setiap orang sehingga komunikator perlu memahami situasi dan menyesuaikan pendekatannya tanpa menghilangkan inti informasi yang ingin disampaikan.

Bagi pelaku UMKM, edukasi QRIS berkaitan dengan kebutuhan transaksi sehari-hari. Tesalonika dan timnya menjelaskan bahwa pembayaran digital dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai. Mereka juga mengarahkan pelaku usaha yang tertarik untuk mengurus pendaftaran QRIS melalui bank atau penyedia jasa pembayaran resmi.

Keterlibatan Tesalonika dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan pertemuan antara kemampuan menyusun pesan dan praktik komunikasi secara langsung. Jika dalam pembuatan konten informasi perlu disusun agar mudah dipahami oleh audiens, saat turun ke lapangan ia perlu memperhatikan respons masyarakat agar penjelasan yang diberikan dapat diterima dengan baik.

Bersama tim Tasak Telu, Tesalonika berhasil meraih Juara I QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tingkat Sumatera Utara dan Juara III tingkat Sumatera. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari pengalamannya dalam mengikuti kompetisi yang menggabungkan promosi kuliner lokal dengan edukasi pembayaran digital.

Pengalaman itu juga memberikan ruang bagi Tesalonika untuk menerapkan komunikasi dalam situasi nyata. Melalui interaksi dengan pelaku UMKM, ia berhadapan langsung dengan tantangan menyampaikan informasi, membangun pemahaman, dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan respons orang yang ditemui.*)

BACA JUGA  Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat Terima Kunjungan Kerja Kantor Pertanahan Kota Binjai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Artikel Teratas

TERPOPULER

Laptop

Lenovo Terbaik 2026

IDR 7,5 Juta
Honda Vario 125 eSP

Honda Vario 125 eSP

IDR 27,5 Juta

BYD M6 hingga Hilux Rangga

IDR 194,3 Juta