MEDAN | TIME LINE NEWS IDN.com— Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, menyoroti dinamika politik nasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi strategis untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat peluang politik menuju periode pemerintahan berikutnya. Hal ini di katakannya di Medan. Sabtu (24/10/2026)
Dalam keterangannya di Medan, 24 Oktober 2026, Edison mencermati sejumlah perkembangan politik, termasuk hasil survei beberapa lembaga yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Edison, perubahan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika politik nasional, pelaksanaan program prioritas, hingga persoalan tata kelola pemerintahan dan hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah.
Ia mengidentifikasi sedikitnya enam persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Pertama, polemik gugatan terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilainya berpotensi memengaruhi dinamika politik nasional dan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kedua, dugaan adanya hambatan terhadap pelaksanaan program-program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Edison menilai, efektivitas program pemerintah sangat menentukan keberlanjutan dukungan dan kepercayaan masyarakat.
Ketiga, potensi tarik-menarik kepentingan kelompok oligarki yang menurutnya tidak sejalan dengan sejumlah kebijakan strategis pemerintah, khususnya kebijakan yang dinilai dapat memengaruhi kepentingan ekonomi kelompok tertentu.
Keempat, munculnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat atau pihak yang berada di lingkungan pemerintahan. Menurut Edison, persoalan integritas dan penegakan hukum menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas pemerintah.
Kelima, efektivitas pembentukan badan atau badan usaha milik negara (BUMN) baru. Ia menilai, setiap lembaga yang dibentuk pemerintah harus mampu menunjukkan kinerja, manfaat ekonomi, dan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara.
Keenam, dinamika hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, termasuk keberatan sejumlah kepala daerah terkait kebijakan anggaran dan alokasi dana dari pusat ke daerah.
Edison berpandangan, berbagai persoalan tersebut perlu dikaji secara serius agar pemerintah dapat memperbaiki kinerja, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan kebijakan strategis berjalan sesuai tujuan.
Lima Langkah Politik Menuju Pilpres 2029
Selain menyoroti dinamika pemerintahan, Edison mengemukakan sejumlah langkah politik yang menurutnya dapat dipertimbangkan apabila Prabowo Subianto berencana kembali maju dalam Pilpres 2029 dengan konfigurasi calon wakil presiden yang berbeda.
1. Memperkuat Mesin Partai Gerindra
Edison menilai Partai Gerindra perlu memperkuat konsolidasi internal dan mengoptimalkan jaringan organisasi hingga tingkat daerah.
Menurutnya, partai harus mampu mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program-program yang menyentuh kebutuhan nyata rakyat. Pelaksanaan program pemerintah juga perlu dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
2. Membangun Koalisi Permanen Sejak Dini
Langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dan konsolidasi dengan partai-partai politik yang berpotensi menjadi mitra koalisi.
Edison berpandangan, komunikasi politik yang dilakukan lebih awal dapat membuka ruang untuk menyatukan visi, menyusun agenda bersama, serta membangun soliditas menghadapi kontestasi politik 2029.
Namun, pembentukan koalisi tetap bergantung pada dinamika politik, kesepakatan antarpimpinan partai, dan mekanisme pencalonan yang berlaku.
3. Mempertahankan dan Membina Jaringan Relawan
Edison juga menekankan pentingnya keberadaan relawan politik sebagai kekuatan pendukung di luar struktur formal partai.
Menurutnya, relawan memiliki karakteristik, jaringan sosial, dan pola komunikasi tersendiri yang dapat menjangkau kelompok masyarakat yang beragam.
Ia menilai, pengalaman kontestasi politik sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara partai politik dan jaringan relawan merupakan salah satu aspek yang patut diperhitungkan dalam membangun dukungan elektoral.
Karena itu, jaringan relawan perlu dirawat melalui komunikasi yang berkelanjutan, konsolidasi, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
4. Memperkuat Komunikasi dengan Kepala Daerah
Edison menilai kepala daerah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta memahami persoalan pembangunan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pemerintah pusat perlu membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kecukupan anggaran.
Ia berharap kebijakan fiskal pusat dan daerah dapat dievaluasi secara proporsional agar pembangunan tetap berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat tidak terabaikan.
5. Memperkuat Posisi Strategis Gerindra dalam Peta Koalisi
Edison turut menyoroti pentingnya peran Partai Gerindra dalam membangun komunikasi dengan berbagai kekuatan politik, termasuk partai-partai yang belum menjadi bagian dari koalisi pendukung pemerintah.
Menurutnya, kemampuan membangun kesepahaman dan menjembatani kepentingan antarkelompok politik akan menentukan posisi strategis Gerindra dalam menghadapi Pilpres 2029.
Konsolidasi tersebut, kata dia, perlu diarahkan pada pembentukan dukungan politik yang solid dengan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat dan kepentingan nasional.
Prabowo Diharapkan Lanjutkan Agenda Pembangunan
Edison Marbun berharap Prabowo Subianto dapat kembali terpilih sebagai presiden untuk periode kedua sehingga agenda perubahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilanjutkan.
Ia menilai, keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan kebijakan yang efektif, menjaga integritas pejabat publik, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat.
Edison juga menyinggung jargon dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni “Tumbuh Merakyat, Makmur Bersama”, sebagai semangat yang diharapkan dapat diwujudkan melalui kebijakan dan program yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan konsistensi pembangunan, tata kelola pemerintahan yang baik, stabilitas politik, dan partisipasi masyarakat.
Bagi Edison, momentum menuju Pilpres 2029 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi politik sekaligus melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan pemerintahan.(Lie)







