
SERDANG BEDAGAI | TIME LINE NEWS IDN.com — Kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Koranger menggelar kegiatan sosialisasi lingkungan dan aksi bersih pantai bersama anak-anak di kawasan Pantai Mangrove Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Teknik-Teknik Hubungan Masyarakat (Humas), dengan mengangkat isu pelestarian lingkungan melalui edukasi interaktif dan keterlibatan langsung masyarakat, khususnya anak-anak.
Pantai Mangrove Sei Nagalawan dipilih karena memiliki nilai penting bagi kelestarian ekosistem pesisir. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Koranger berupaya menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai, melindungi kawasan mangrove, serta membangun kebiasaan positif dalam mengelola sampah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, perkenalan panitia, dan penjelasan mengenai agenda kegiatan. Para peserta kemudian mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal tentang kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa Koranger menyampaikan dua materi utama. Materi pertama membahas pengenalan dan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Anak-anak diperkenalkan dengan contoh setiap jenis sampah, sekaligus diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempat yang sesuai.
Materi kedua mengangkat prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Melalui pendekatan sederhana dan interaktif, peserta diajak memahami cara mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif Atteropoly. Permainan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal pesan-pesan pelestarian lingkungan melalui aktivitas yang interaktif.
Selain itu, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai tampah sebagai wadah untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat interaksi antara peserta dan mahasiswa.
Puncak kegiatan ditandai dengan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan mahasiswa Koranger bersama anak-anak. Sebelum turun ke lapangan, panitia memberikan pengarahan mengenai pembagian kelompok, area kegiatan, serta tata cara menjaga keselamatan selama membersihkan kawasan pantai.
Aksi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui pengetahuan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Setelah kegiatan bersih pantai selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman mereka setelah memperoleh materi sosialisasi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Koranger berharap anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian mangrove. Lebih dari itu, edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini dan diperkuat melalui keterlibatan langsung.
“Lingkungan yang bersih dimulai dari kebiasaan kecil dan kepedulian bersama.”.(Lie)







