Kab.SERANG | TIME LINE NEWS IDN.com,-Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) Kementerian Pertanian tahun anggaran 2026 di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, menuai sorotan warga.
Proyek yang baru selesai dikerjakan oleh UPKK Kelompok Tani Panitera dengan sumber dana APBN 2026 tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan melenceng jauh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pantauan di lapangan, hasil pekerjaan RJIT tersebut sudah menunjukkan keretakan di beberapa titik. Volumenya pun terkesan menyempit dan tidak sesuai spesifikasi. Bahkan struktur bangunan terlihat tidak lurus, berkelok seperti ular berjalan.
“Baru selesai tapi sudah retak-retak. Irigasinya menyempit, bangunannya bengkok-bengkok. Ini jelas asal jadi, kualitasnya sangat buruk,” ujar salah satu petani di Pontang kepada wartawan.
Warga menilai, pekerjaan tersebut tidak mengutamakan mutu dan terkesan mengejar pencairan dana semata. Padahal, program RJIT sangat vital untuk menunjang kelancaran pengairan sawah petani.
Masyarakat meminta Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Inspektorat, serta Kementerian Pertanian RI untuk turun langsung melakukan pemeriksaan dan audit terhadap proyek RJIT di Pontang.
“Kami minta diaudit. Cek RAB nya, cek volumenya. Jangan sampai dana APBN yang seharusnya untuk kesejahteraan petani malah disunat dan dikerjakan asal-asalan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua UPKK Kelompok Tani Panitera selaku pelaksana kegiatan belum berhasil dikonfirmasi.(Tim)







