TANGERANG | TLNIDN.com– Warga Desa Kedung, Kabupaten Tangerang, mengaku kecewa terhadap hasil pekerjaan betonisasi jalan yang diduga mengalami kerusakan dini. Sejumlah titik pada permukaan jalan dilaporkan telah retak dan pecah, meski proyek tersebut baru selesai dikerjakan.

Proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang itu menjadi sorotan karena menggunakan anggaran pemerintah daerah. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan serta ketahanannya dalam jangka panjang.
Dari pantauan di lapangan, terlihat retakan dan pecah pada beberapa bagian beton jalan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan tidak sesuainya pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Salah seorang warga, Talsim (35), menyampaikan bahwa dirinya menemukan kejanggalan pada bagian sambungan beton. Ia menilai tidak terlihat adanya pemasangan besi dowel yang seharusnya menjadi bagian penting dalam konstruksi jalan beton.
“Kalau dari yang kami lihat, besi dowel pada sambungan beton tidak terlihat. Kami juga mempertanyakan kondisi dasar sebelum pengecoran dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, warga juga menyoroti bagian dasar atau lantai kerja sebelum betonisasi. Mereka menilai, jika tahapan awal tidak dikerjakan sesuai standar, maka sangat berpotensi menyebabkan kerusakan dini pada konstruksi jalan.
Meski demikian, temuan tersebut masih bersifat pengamatan masyarakat dan belum dapat dijadikan kesimpulan adanya pelanggaran teknis. Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak berwenang, termasuk terkait mutu beton, ketebalan, struktur dasar, serta metode pelaksanaan di lapangan.
Sorotan warga juga mengarah pada informasi mengenai pihak pelaksana pekerjaan yang disebut berinisial HB. Namun, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak DBMSDA Kabupaten Tangerang.
Warga berharap Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dapat turun langsung meninjau kondisi tersebut. Mereka juga meminta Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah segera memerintahkan evaluasi teknis secara menyeluruh.
Menurut warga, pemeriksaan harus mencakup seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari kondisi dasar, mutu material, sambungan beton, hingga proses curing dan pengawasan di lapangan.
Apabila nantinya ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau ketentuan kontrak, masyarakat meminta pemerintah mengambil langkah tegas serta memastikan perbaikan dilakukan sesuai standar.
Persoalan ini menjadi perhatian serius karena pembangunan infrastruktur tersebut dibiayai dari anggaran publik. Warga menegaskan, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat maksimal dan berumur panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait dikabarkan akan melakukan perbaikan di sejumlah titik kerusakan. Namun, penjelasan resmi mengenai penyebab retakan serta detail teknis pekerjaan masih menunggu klarifikasi dari instansi terkait.(Alex/Lex)







