Deli Serdang | TIME LINE NEWS IDN-Kondisi infrastruktur jalan di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan drainase dan gorong-gorong di sepanjang jalan protokol dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan air hingga banjir saat musim hujan.
Pemerintah Desa Hamparan Perak secara resmi telah mengajukan permohonan pembangunan drainase dan gorong-gorong kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara melalui surat bernomor 622.98/154/HP/IX/2026 tertanggal 22 September 2026.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa kondisi bahu jalan saat ini mengalami kerusakan, sempit, berlumpur, dan tergerus air. Hal ini dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas, khususnya saat curah hujan tinggi.
Selain itu, tidak optimalnya sistem drainase menyebabkan air kerap meluap ke badan jalan, sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur dan menimbulkan risiko kecelakaan bagi masyarakat.
Mewakili warga, tokoh masyarakat Oka Hatta mendesak perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Gubernur Bobby Nasution, agar segera melakukan pembangunan dan perawatan jalan utama Hamparan Perak menuju Jalan Sepuluh Dua Kuta sepanjang kurang lebih 7 kilometer.
“Setiap hujan deras, jalan ini tergenang. Drainase tidak berfungsi maksimal sehingga air melimpah ke badan jalan. Ini mempercepat kerusakan jalan dan membahayakan masyarakat,” ujar Oka Hatta kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Ia menegaskan, pembangunan drainase menjadi langkah prioritas untuk mengantisipasi banjir sekaligus menjaga kualitas jalan agar tidak cepat rusak akibat genangan air yang terus berulang.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui dinas terkait dapat segera turun ke lapangan melakukan peninjauan serta merealisasikan pembangunan drainase dan gorong-gorong yang diajukan oleh pemerintah desa.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Kami berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” pungkasnya.(T.01)







