Jakarta | Timelinenewsidn.com,-Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam merespons sejumlah kasus dugaan keracunan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN pusat, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, menyatakan bahwa pihaknya telah menutup hampir 2.000 dapur MBG sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
“Penutupan ini merupakan bagian dari evaluasi besar-besaran. Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal keselamatan penerima manfaat program MBG,” tegas Sudaryono, Rabu (16/09/2026).
Selain penutupan dapur, BGN juga menyiapkan pengetatan kontrak terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihak SPPG yang terbukti lalai hingga menyebabkan keracunan makanan terancam dikenakan sanksi berat, termasuk pemutusan kerja sama.
BGN menegaskan bahwa ke depan seluruh mitra pelaksana diwajibkan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
“Kami akan memperketat pengawasan dan tidak segan mencabut kontrak bagi pihak yang tidak memenuhi standar. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” lanjutnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Namun, sejumlah insiden keracunan yang terjadi di beberapa daerah menjadi perhatian serius dan mendorong evaluasi menyeluruh.
BGN memastikan proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pengawas pangan, guna menjamin program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan.(AS)







