MEDAN | TLNIDN.com— Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi organisasi, pelestarian seni budaya Jawa, serta mendorong kemandirian ekonomi anggota.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Emerald Garden Medan pada 11–12 September 2026 ini diikuti unsur Dewan Pengurus Pusat (DPP), DPW, serta 27 utusan DPD Pujakesuma kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Rakerwil dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Pujakesuma, Eko Sopianto, SE. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis ke depan.

Ketua DPW Pujakesuma Sumatera Utara, Dr. Mhd. R. Dayan, SH., MH., menegaskan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi.
“Rakerwil ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan langkah, dan memastikan organisasi hadir memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat luas,” ujar Dayan.

Mengusung tema “Konsolidasi Organisasi, Penguatan Seni Budaya Jawa dan Kemandirian Ekonomi untuk Pujakesuma Jaya,” forum ini menitikberatkan pada tiga fokus utama.
Pertama, penguatan struktur dan keanggotaan organisasi agar lebih solid dan terorganisir hingga ke tingkat daerah. Kedua, pelestarian dan pengembangan seni budaya Jawa sebagai identitas dan warisan yang harus dijaga. Ketiga, penguatan ekonomi anggota melalui pengembangan UMKM, kewirausahaan, koperasi, dan sektor ekonomi kreatif.

Menurut Dayan, ketiga pilar tersebut menjadi fondasi penting agar Pujakesuma tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu berdaya secara budaya dan ekonomi.
“Kita ingin Pujakesuma menjadi organisasi yang hidup, bergerak, dan memberikan dampak nyata. Kuat dalam organisasi, kokoh dalam budaya, dan mandiri dalam ekonomi,” tegasnya.
Ia berharap Rakerwil 2026 mampu menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, dan dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh tingkatan organisasi.
“Setiap keputusan harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata. Pujakesuma bukan sekadar organisasi, tetapi rumah persaudaraan, rumah budaya, dan rumah pengabdian,” pungkas Dayan.(*)
Penulis : Amsal
Editor : Lili Seheli







