MEDAN | TIME LINE NEWS IDN.com — Prof. Dr. H. Nispul Khairi, M.Ag., secara resmi membuka Diskusi Publik II Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026), di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja/Jalan Amaliun No. 1, Kelurahan Kotamatsum III, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut mengangkat tema “Diskursus Biaya Haji 2027, Antara Komitmen Negara, Keadilan Sosial, dan Keberlanjutan.”

Diskusi publik ini menjadi ruang pertukaran gagasan untuk membahas kebijakan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027, terutama menyangkut komitmen negara, keadilan sosial bagi calon jemaah, serta keberlanjutan pengelolaan dana haji.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dr. Kamalia, S.E., Ak., M.Si., CA., akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU); H. Amri Yusuf, S.E., Ak., CACP., M.M., QIA, SAS, anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia; Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., akademisi dan unsur ISMI; serta Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara.
Pembahasan mengenai biaya haji menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi biaya perjalanan ibadah haji, tata kelola dana haji, serta upaya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan biaya bagi jemaah dan keberlanjutan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

- Ok. Hatta dalam diskusi publik ismi 2 kota Medan
Melalui forum ini, ISMI Sumut diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang kritis dan konstruktif dalam mendorong kebijakan penyelenggaraan ibadah haji yang transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan jemaah.
100 Peserta Tercatat dalam Diskusi Publik II ISMI Sumut
Berdasarkan daftar peserta yang disiapkan panitia, sebanyak 100 nama tercatat dalam kegiatan Diskusi Publik II ISMI Sumut. Daftar tersebut mencakup unsur akademisi, pengurus dan anggota ISMI, masyarakat serta peserta lainnya.
Nama-nama peserta yang tercantum meliputi Nispul Khoiri, Ismail, Sri Rezeki, Muhammad Yafiz, Renny Maisyarah, Hayatsyah, Ismahani, Rusli, Fenty Iska, Khairul Ansari, Khairul Hafas, M. Ridwan, Kamalia, Mirza, Azizah Hanum OK, Budi, Rizki Akmalia, Dewi Riva’i, Usman Iskandar, Muhammad Khalid, Sudirman, Erwin Syahputra, A. Husein Ard, OK Hatta, Ahmad Faury, Lodiana Ayu, Muhammad Basri, Mahariah, Muharlaili, Marliyah, Kamilah, Irwansyah, Ansari Adnant, Nazla Khairani, Zainab Mahyuni Bu, Bahrum Jamil, Endang Ekowati, Muhammad Fadhli, Taufiqurrahman, Rina, Khairunnisa, Maf’ul Taufiq, MHD. Fachran Haikal, Ahmad Ramsi, Chuzaimah, Fauziah, Raissa, Aminuddin, Wani Oktafia, dan Fadlan Syahgani.
Diskusi Publik II ini diharapkan menjadi bagian dari upaya ISMI Sumatera Utara memperkuat peran akademisi dan masyarakat dalam mengawal kebijakan publik, khususnya terkait penyelenggaraan ibadah haji yang mengedepankan prinsip keadilan sosial, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
(Lie)








