MEDAN | TIME LINE NEWS IDN.com,— Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), telah meraih 24 gelar juara dalam kompetisi karya ilmiah tingkat nasional dan internasional. Di balik sejumlah prestasi tersebut, Ronny konsisten mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat sebagai titik awal dalam menyusun karya ilmiahnya. Selasa (3/11/2026)
Ronny mengaku, ia sering menemukan ide melalui tema dan subtema kompetisi karya ilmiah yang diikutinya. Setelah memilih subtema yang sesuai, ia mencari persoalan nyata yang relevan untuk dikaji lebih lanjut.
“Saya menemukan ide dari tema dan subtema lomba yang diselenggarakan. Saya memilih salah satu subtema yang paling cocok dan dapat saya pahami, lalu mencari masalah nyata yang relevan untuk dikaji,” ujar Ronny.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah keselamatan transportasi. Ronny mengembangkan gagasan pemetaan dan prediksi pola kecelakaan melalui karya PROOF WAY. Karya yang dikembangkan bersama tim tersebut mengintegrasikan Sistem Informasi Geografis (SIG), blockchain, dan machine learning untuk mendukung pengelolaan informasi titik rawan kecelakaan.
Ia juga mengangkat persoalan akses layanan kesehatan di daerah sulit dijangkau. Ronny mengembangkan gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung distribusi obat dan logistik medis. Ia turut mengkaji risiko wabah zoonosis, seperti antraks, rabies, dan flu burung, melalui gagasan pemetaan serta pemanfaatan biometrik.
Perhatian terhadap persoalan kesehatan juga membawa Ronny pada penelitian skripsinya berjudul “Faktor-Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Hipertensi pada Usia 15–24 Tahun di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2026”. Penelitian tersebut mengkaji 11 variabel yang diduga berpengaruh terhadap hipertensi pada kelompok usia muda.
“Saya berharap penelitian ini dapat memberikan edukasi dan peringatan dini bahwa anak muda juga dapat berisiko mengalami hipertensi dan diabetes jika pola hidupnya tidak dijaga,” ungkap Ronny.
Dalam mengembangkan setiap karya, Ronny tidak berhenti pada penentuan judul. Ia perlu memahami konteks persoalan, menelusuri data dan literatur, mempelajari pendekatan yang relevan, serta menyusun argumen yang dapat menjelaskan keterkaitan antara masalah dan solusi yang ditawarkan.
Bagi Ronny, karya ilmiah tidak seharusnya berhenti sebagai gagasan di atas kertas. Ia berharap berbagai solusi yang telah ia kembangkan dapat terus dikaji dan dikembangkan bersama pemerintah, lembaga kesehatan, maupun pemangku kepentingan lain.
“Saya ingin karya yang telah saya buat dapat menjadi solusi yang diimplementasikan di kemudian hari. Penyelesaian masalah di Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dan saya siap berkontribusi di dalamnya,” tutup Ronny.







