MEDAN MARELAN | TIME LINE NEWS IDN.com,— Komitmen melestarikan adat dan budaya Melayu terus diperkuat Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kota Medan. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pelestarian Adat Perkawinan Melayu yang melibatkan generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa.

Untuk mematangkan persiapan kegiatan tersebut, panitia menggelar rapat finalisasi kedua di Sekretariat PC MABMI Medan Marelan, Jalan Marelan Raya No. 109, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin petang (19/10/2026).
Pelatihan yang mengangkat tema “Seni Berbalas Pantun, Warisan Budaya Melayu” itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di lokasi yang sama.

Panitia menargetkan sekitar 25 grup dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai materi akan diperkenalkan, mulai dari tradisi merisik, melamar, mengantar pengantin, tepung tawar, nasi balai, hingga nasi hadap-hadapan. Peserta juga akan mendapatkan pembelajaran praktis mengenai cara mudah membuat pantun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan adat perkawinan Melayu kepada generasi Z agar tidak sekadar mengenal tradisi melalui cerita, tetapi juga memahami makna, tata cara, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Rapat Finalisasi Matangkan Persiapan Kegiatan
Rapat dihadiri Ketua Panitia H. Rudi Suntari, MM, Sekretaris Panitia Nurlali, S.Pd., serta Ketua MABMI Kota Medan, Ir. H. HT Syahmi Johan, M.Si. Turut hadir jajaran pengurus dan fungsional PD MABMI Kota Medan serta PC MABMI Medan Marelan.

Sejumlah peserta yang hadir di antaranya OK Hatta, M. Taufiq, Lili Suheli, Syahrul, Dr. Chairul, Hj. Aidan Dzir, Hj. Rohanim, Nur Laili, Agus Samad, Ahmad Husein, Hj. Ruqiyah, dan H. Rus Suta.
Dalam rapat tersebut, para pengurus dan panitia menyampaikan berbagai pandangan, saran, serta masukan untuk menyempurnakan persiapan teknis dan pelaksanaan kegiatan. Pembahasan difokuskan pada kesiapan acara agar pelatihan dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Keterlibatan pengurus PD dan PC MABMI menunjukkan pentingnya kerja sama organisasi dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Melayu, sekaligus memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam kegiatan kebudayaan.
Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya
Pelatihan adat perkawinan Melayu ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Tradisi merisik, melamar, tepung tawar, hingga nasi hadap-hadapan bukan sekadar rangkaian prosesi perkawinan, melainkan bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai kesantunan, penghormatan, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Demikian pula seni berbalas pantun yang selama ini menjadi salah satu ciri khas tradisi Melayu. Selain mengasah kreativitas berbahasa, pantun mengajarkan kemampuan menyampaikan pesan secara santun, bijaksana, dan penuh makna.
Karena itu, keterlibatan pelajar dan mahasiswa diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga dan mengembangkan warisan leluhur.
Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan yang lekat dalam jati diri masyarakat Melayu, “Takkan Melayu hilang di bumi.” Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa kelestarian budaya membutuhkan kepedulian, pembelajaran, dan keterlibatan nyata dari setiap generasi.
Melalui kegiatan ini, MABMI Kota Medan diharapkan dapat terus mengambil peran dalam merawat tradisi, memperkuat identitas budaya, dan memastikan adat Melayu tetap dikenal serta diwariskan di tengah arus modernisasi.
(Agus Syahputra)







